Archive December | A Readable Journal …
Dec 12 2008

Acer Notebook Terlaris Di Indonesia

Satu kata buat Acer .. Hebat !!!. Disaat pasar notebook lesu karena nilai tukar rupiah terhadap dolar yang makin melemah akibat perekonomian dunia yang tidak stabil, Acer tetap dapat menancapkan taringnya di Indonesia sebagai notebook yang paling digemari. Bisa dilihat dari prosentase market share penjualan notebook di indonesia sekitar 38% dipegang oleh Acer.

Angka tersebut merupakan angka yang besar karena para pesaingnya (HP, Lenovo, Asus, Dell ,NEC , MSI, Sony, Toshiba, dan IBM) harus berbagi market share yang tinggal 62%. Keberhasilan Acer tersebut dikarenakan mampu membaca karakter dari pembeli notebook di Indonesia. Dalam marketing ada 4 tipe konsumen (Valerie Zaithaml) :

1. Orang yang senang membeli barang jika mendapat harga murah / potongan

2. Orang yang senang membeli barang jika dia merasa perlu berapapun harganya tidak menjadi masalah

3. Orang yang pintar membandingkan  antara harga yang harus dibayar dan manfaat yang didapat

4. Orang yang membadingkan apa yang dia dapat dan dikeluarkan, dalam artian manfaat dari barang tersebut dan juga usaha yang harus dilakukan untuk merawat barang tersebut.

Dari keempat karakter di atas kebanyakan karakter orang indonesia adalah nomor 1, tapi tetap ada yang memiki karakter nomor 2, 3, dan 4 cuma memang dalam jumlahnya jauh di bawah karakter nomor 1. Melihat kondisi pasar yang seperti itu maka Acer tidak mau mengincar pasar yang diisi konsumen spesifik (Orang dengan karakter nomor 2, 3, 4), karena dari sisi brand Acer sendiri di Indonesia dikenal sebagai produsen notebook dengan harga murah dan sering melakukan diskon yang insentif. Sulit untuk merubah brand image tersebut, jika nekat mengubah image tersebut Acer mesti berhadapan langsung dengan Sony, Fujitsu, dan IBM yang sudah dipercaya oleh konsumen spesifik.

Sangat sulit memasuki pasar spesifik karena bagi mereka suatu merek layaknya “agama/kepercayaan” dan mempunyai standar sendiri dalam pemilihan spesifikasi notebook, jadi jelas sangat sulit membuat mereka berpaling dari keyakinannya. Karena itu juga maka Acer tidak memaksa masuk secara total pada pasar spesifik tapi melakukan “serangan” habis-habisan pada pasar general (konsumen tipe 1) dan hasilnya sukses besar. Pertanyaannya adalah apa yang dilakukan Acer untuk mencapai kesuksesannya ??.

Jawabannya adalah Differentiation. Dalam Differentiation ada 3 elemen penting (Hermawan Kartajaya) :

1. Konten (what to offer)

2. Konteks (how to offer)

3. Infrastruktur (enabler)

Pertama : Konten, acer cukup jeli dalam membuat spesifikasi laptop pada segmen konsumen general. Mereka tidak memberika spesifikasi yang istimewa tapi cukup untuk melakukan aktifitas yang biasanya dilakukan para konsumen. Seperti mengetik, mendengarkan musik, atau menonton film. Walaupun jika dibandingkan dengan merek Sony, IBM, dan Fujitsu bagaikan bumi dan langit. Memang beberapa produsen seperti HP, MSI, NEC, dan ASUS memiliki produk untuk dilempar pada segmen ini (low-end), tapi keempat notebook tersebut lebih condong ke arah notebook mid-end karena memiliki spesifikasi yang sebenarnya tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen pada segmen ini.

Kedua : Konteks, acer dalam menjual notebooknya banyak memberika harga yang menarik dan diskon yang insentif. Strategi yang sangat cocok di terapkan di Indonesia karena pada umumnya orang indonesia senang dengan harga murah, masalah kualitas nomor berikutnya. Selain harga tersebut, iklan yang dibuat juga bagus. Dengan moto “want one ? .. aspire one”, dari kalimatnya terlihat bahwa Acer berusaha memposisikan dirinya sebagai pilihan terbaik untuk konsumennya dan pemilihan moto yang mudah diingat juga memberi nilai lebih tersendiri.

Ketiga : Infrastruktur, notebook acer di jual dibanyak toko yang tesebar di seluruh indonesia baik offline maupun online dan karena sudah lama bermain di pasar notebook Indonesia , untuk masalah layanan purna jual para konsumen tidak khawatir lagi karena service centernya cukup banyak.

Selain itu positioning Acer sudah tepat karena tidak membuat anggapan produk mereka sebagai produk yang berkinerja tinggi dan model bagus seperti yang digembar gemborkan beberapa produsen notebook yang bermain di pasar low-end, tapi Acer memberi anggapan sebagai notebook yang “ramah” untuk kantong orang Indonesia dan hemat energi.

Dengan modal 3 Elemen marketing tersebut plus positioning yang kuat, tidaklah mustahil untuk Acer merajai pasar general notebook di Indonesia.