Acer Notebook Terlaris Di Indonesia | A Readable Journal …

Acer Notebook Terlaris Di Indonesia

Satu kata buat Acer .. Hebat !!!. Disaat pasar notebook lesu karena nilai tukar rupiah terhadap dolar yang makin melemah akibat perekonomian dunia yang tidak stabil, Acer tetap dapat menancapkan taringnya di Indonesia sebagai notebook yang paling digemari. Bisa dilihat dari prosentase market share penjualan notebook di indonesia sekitar 38% dipegang oleh Acer.

Angka tersebut merupakan angka yang besar karena para pesaingnya (HP, Lenovo, Asus, Dell ,NEC , MSI, Sony, Toshiba, dan IBM) harus berbagi market share yang tinggal 62%. Keberhasilan Acer tersebut dikarenakan mampu membaca karakter dari pembeli notebook di Indonesia. Dalam marketing ada 4 tipe konsumen (Valerie Zaithaml) :

1. Orang yang senang membeli barang jika mendapat harga murah / potongan

2. Orang yang senang membeli barang jika dia merasa perlu berapapun harganya tidak menjadi masalah

3. Orang yang pintar membandingkan  antara harga yang harus dibayar dan manfaat yang didapat

4. Orang yang membadingkan apa yang dia dapat dan dikeluarkan, dalam artian manfaat dari barang tersebut dan juga usaha yang harus dilakukan untuk merawat barang tersebut.

Dari keempat karakter di atas kebanyakan karakter orang indonesia adalah nomor 1, tapi tetap ada yang memiki karakter nomor 2, 3, dan 4 cuma memang dalam jumlahnya jauh di bawah karakter nomor 1. Melihat kondisi pasar yang seperti itu maka Acer tidak mau mengincar pasar yang diisi konsumen spesifik (Orang dengan karakter nomor 2, 3, 4), karena dari sisi brand Acer sendiri di Indonesia dikenal sebagai produsen notebook dengan harga murah dan sering melakukan diskon yang insentif. Sulit untuk merubah brand image tersebut, jika nekat mengubah image tersebut Acer mesti berhadapan langsung dengan Sony, Fujitsu, dan IBM yang sudah dipercaya oleh konsumen spesifik.

Sangat sulit memasuki pasar spesifik karena bagi mereka suatu merek layaknya “agama/kepercayaan” dan mempunyai standar sendiri dalam pemilihan spesifikasi notebook, jadi jelas sangat sulit membuat mereka berpaling dari keyakinannya. Karena itu juga maka Acer tidak memaksa masuk secara total pada pasar spesifik tapi melakukan “serangan” habis-habisan pada pasar general (konsumen tipe 1) dan hasilnya sukses besar. Pertanyaannya adalah apa yang dilakukan Acer untuk mencapai kesuksesannya ??.

Jawabannya adalah Differentiation. Dalam Differentiation ada 3 elemen penting (Hermawan Kartajaya) :

1. Konten (what to offer)

2. Konteks (how to offer)

3. Infrastruktur (enabler)

Pertama : Konten, acer cukup jeli dalam membuat spesifikasi laptop pada segmen konsumen general. Mereka tidak memberika spesifikasi yang istimewa tapi cukup untuk melakukan aktifitas yang biasanya dilakukan para konsumen. Seperti mengetik, mendengarkan musik, atau menonton film. Walaupun jika dibandingkan dengan merek Sony, IBM, dan Fujitsu bagaikan bumi dan langit. Memang beberapa produsen seperti HP, MSI, NEC, dan ASUS memiliki produk untuk dilempar pada segmen ini (low-end), tapi keempat notebook tersebut lebih condong ke arah notebook mid-end karena memiliki spesifikasi yang sebenarnya tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen pada segmen ini.

Kedua : Konteks, acer dalam menjual notebooknya banyak memberika harga yang menarik dan diskon yang insentif. Strategi yang sangat cocok di terapkan di Indonesia karena pada umumnya orang indonesia senang dengan harga murah, masalah kualitas nomor berikutnya. Selain harga tersebut, iklan yang dibuat juga bagus. Dengan moto “want one ? .. aspire one”, dari kalimatnya terlihat bahwa Acer berusaha memposisikan dirinya sebagai pilihan terbaik untuk konsumennya dan pemilihan moto yang mudah diingat juga memberi nilai lebih tersendiri.

Ketiga : Infrastruktur, notebook acer di jual dibanyak toko yang tesebar di seluruh indonesia baik offline maupun online dan karena sudah lama bermain di pasar notebook Indonesia , untuk masalah layanan purna jual para konsumen tidak khawatir lagi karena service centernya cukup banyak.

Selain itu positioning Acer sudah tepat karena tidak membuat anggapan produk mereka sebagai produk yang berkinerja tinggi dan model bagus seperti yang digembar gemborkan beberapa produsen notebook yang bermain di pasar low-end, tapi Acer memberi anggapan sebagai notebook yang “ramah” untuk kantong orang Indonesia dan hemat energi.

Dengan modal 3 Elemen marketing tersebut plus positioning yang kuat, tidaklah mustahil untuk Acer merajai pasar general notebook di Indonesia.


16 Responses to “Acer Notebook Terlaris Di Indonesia”

  • Novan Says:

    Sepertinya memang accer pintar, setahu gue sih sekarang banyak tuh laptop kagak jelas mereknya yg murah2. Tp entah kenapa juga ya, gue juga selalu kepikiran kalau merek dgn brand Accer walaupun kagak murah bgt tapi gue merasa teknologinya ok kagak jadul2 amat dan terpercaya.

    Salut deh buat Accer.

    Ferr, loe kerja di mana sih kok jadi marketingnya Accer :P

    Tp sekedar pertanyaan, what do you think of Apple. Kalau di luar tuh bener2 market sharenya milik dia. tapi kalau di indo karena harganya yg lumayan, rada agak susah. But, sebagai pemiliknya gue merasakan ada rasa kebanggaan memilikinya, dan juga ternyata tuh laptop reliable.

    Regards,
    novan

  • Ferry Wijaya Says:

    Enak aja .. , ane bukan marketing acer pan … cuma mengamati strategi marketing meraka. Kalo untuk masalah apple gw akan bahas pada tulisan berikutnya. karena gw punya penilaian sendiri dari sisi marketing tentang apple. Tunggu ya .. pada tulisan berikutnya…

  • essajiwa Says:

    Hmmm.. berarti gw termasuk orang Indonesia kelompok 3 ya..

    Looh kok Notebook gw ga disebut sih Fer.. waaa diskriminasi nih.. Lenovo juga kan baguus.. :D, kalo gw liat lagi antara tulisan lo sama pandangan pribadi lo tentang Acer, kayaknya beda jauh ya?? Lo kan yang bilang Acer itu AmatCepatRusak ya?? Wekekek piss cuy!!

    But, nice blog, nulis terus ya.. ga usah nunggu hosting ASP.NET laah kalo mau sekedar nulis Blog.. wakakakak pisss lagi!!

  • Ferry Wijaya Says:

    beh …. masa ??? orang ke kelompok 3 ???? wakakaka, bukan kaga disebut cuy … cuma lenovo ada di rata-rata jadi hampir sama aja sama yang lain.

    lw tau kan kenapa pandangan pribadi gw tetang acer beda sama yang gw tulis, karena gw nulis harus objektif sesuai dengan kondisi sebenarnya.

    btw, thank’s ya ….

  • Adi Bepe Says:

    Lhah? kok acer sih…
    coba donk skali2 lo review notebook Quantel(i)….

    mulai dari sejarah kenapa namanya itu, trus produk mana dia, apakah strategi pemasarannya hanya mencakup wilayah indonesia timur saja atau lebih dari itu.

    hahaha…,

    tulisan yang bagus fer.., mantab’s..mantab’s…

  • Ferry Wijaya Says:

    hahahahaha .. lagi-lagi nama itu …. notebook (OLPC) khas surabaya Quantel(i) .. bener juga sih .. coba de nanti gw cari referensi masalah quantel(i) tapi kynya pasti ujung2nya suro2 lagi …… wakakkakakaka.

  • M. Rifai Mario Says:

    Komentarnya: Comment itu artinya komentar bukan? Ya kalau betul berarti gue gak salah dong. Ya. Kalau salah email aja ke gue lagi. gampang kan?

    Soal laptop Acer ataupun merk lain gue pengen high speck dan harga muraaah banget. biar kebeli ama gue.Abis dah ngepet mo pake 3G dan HSPDA bukan HSDPA.
    He… he.. he…..

  • M. Rifai Mario Says:

    maksudnya ngebet bukan ngepet (tapi gak apa-apa ding kalau ada yang mau biar gue yang jagain lilinnya)
    Ha.. ha.. ha..

  • Ferry Wijaya Says:

    wahahahahah. mas nt komentar apa curhat ne …. pengen punya laptop …?

  • Nat Says:

    Differentiation…maybe, but on fragile basis *i guess* :p
    Sony kan beken krn performance audio-visualnya yg oke & design yg stylish. IBM/Lenovo for its durability (pernah liat iklan org yg motong2 & panggang pizza di atas thinkpad? :)). Apple’s = multimedia (?) - not sure..but it seems fans2nya ngga ada matinya.
    Brands ini punya niche sendiri & market segment ngga price sensitif… Hence, lebih loyal.
    Kalo acer kan terkenal cepet rusak & ‘murah’… Konsumen2 yg price sensitif kan gampang pindah cm gara2 harga. Mungkin acer bs menguasai market skrg, tapi bgitu ada produk china/korea/lokal yg lebih murah & spec nya bs bersaing. Bye-bye acer…?

  • Ferry Wijaya Says:

    nice comment …,

    iya .. pernah liat .

    mau tau kenapa sony, ibm, fujitsu, apple bisa begitu ??
    tenang nat di jurnal berikutnya akan gw bahas dari sisi marketing kenapa mereka bisa begitu :D

    dari survey yang gw pernah lakuin di mangga dua dan toko laptop lainnya, mereka bilang mungkin kalo handphone orang indonesia bisa banyak yang beli produk dari china, tapi kalo notebook jarang banget orang indo beli produk china (fyi : notebook dari china udah ada dan murah banget harganya).

    liat dari segmen pasar handphone dan notebook beda,
    hp : china kisaran harga 200rb - 2 jt.
    notebook : china 3.5 jt - 6 jt an

    umumnya yang beli hp china itu karena fiturnya banyak walaupun udah ketinggalan jaman dan konsumen yang punya dana yang sangat terbatas. dan hp cina yang harganya di atas 1.5 jt jarang pembelinya karena terlalu mahal untuk segmen pasar ini.

    nah untuk membeli seharga 2 jt saja sudah sulit, apa lagi membeli barang seharga 3 jt buatan china. Kalau mereka mempunyai uang segitu pasti memilih merk yang sudah punya nama baik dan kualitas yang terjamin walaupun harus menambah/menabung 2 - 3jt lagi untuk mendapatkannya. karena itu notebook china susah bersaing di pasar low-end dengan acer atau merek lainnya. Karena dari sisi brand image produk china sudah mendapat citra yang kurang baik di pasar low-end karena kualitasnya kurang bagus. Selain itu untuk masalah konteks (how to offer) dan infrastruktur (enabler) kalah jauh dengan pemain seperti acer, hp, nec, dll.

  • Andi Irwandi Langgara Says:

    Kenapa ACER ? Karena Banyak Yang Pake….., dan Kalo Dah Kayak Gitu Banyak Orang Awam yang Percaya Bahwa Produk itu Bagus, Buktinya Banyak Yang Pake…. Mungkin Emang Awalnya ACER Murah, Taulah Dulu (Ampe Sekarang) Emang Lagi Susah Cari Duit…., Banyak Yang Beli…, Sekarang Orang Lain Liat Banyak Yang pake…, Yaaaaaaaaaaaa ikut2an Beli tanpa Banyak Petimbangan Lagi……..

    Peace.

  • agoenk70 Says:

    Hmm mungkin karena banyak yang pake terus harganya rada miring.. kalee yachh
    Padahal dari segi kualitas lom tentu buktinya Acer punya temen dan kk gw tumbang dalam hitungan Bulan hohho
    tanya kenapa??? hohoho

    Tetep Lah I love Toshiba… Hehehe Peace….

    Mudahan Coming Soon Review nya tentang Toshiba yach ^_^

  • Ferry Wijaya Says:

    Taukan gimana hebatnya acer dari sisi marketing di pasar low-end ?, walaupun produknya banyak yang bermasalah orang tetep membelinya juga. jumlah yang bermasalah memang banyak, tapi jangan lupa jumlah yang tidak bermasalah lebih banyak lagi.

    misalnya :
    acer terjual sekitar 10000 laptop low-end
    umumnya dari beberapa distributor rata-rata yang rusak sekitar 200an laptop.
    100 bukan jumlah yang sedikit, tapi jika dilihat dari prosentasenya 200/10000 = 0.02 alias 2 %

    jadi jumlah laptop yang tidak bermasalah jauh lebih banyak dari yang rusak.

    untuk masalah pembahasan jurnal berikutnya tetang toshiba mungkin tidak gw lakukan karena data yang ada saat ini toshiba berada di daerah rata-rata atau tidak menonjol pada segmen pasar low-end, mid-end, atau high-end.

  • dhe Says:

    mau tny donk..
    kita kan tau acer itu emang menang d masalah harga..
    tp klo mnrt kmu fer..
    gmn sama strategi bersaing dr vaio??
    saya rasa vaio lebih bagus deh..
    thanks..

  • Ferry Wijaya Says:

    halo diah sori yah baru bales lagi hectic banget akhir2 ini.

    kalo berbicara kualitas tentunya vaio jauh lebih unggul, tapi pasar itu terbagi 3 segmen secara umum :
    1. low end
    2. mid end
    3. high end

    dari ketiga segmen tersebut jika diurutkan berdasrkan jumlah pelanggan dari yang terbesar ke terkecil, maka urutannya adalah low end, mid end, and high end.
    mungkin bagian high end sudah pasti vaio unggul ketimbang acer, tapi untuk bagian low end yang sangat sensitif masalah harga tentunya acer lebih disukai ketimbang vaio. Sedangkan pasar mid end berisi konsumen yang masih sensitif soal harga tapi mulai memikirkan kualitas dan masa pakai, nah di segmen ini umumnya lebih beragam merk dan tipe yang dipilih. Berdasarkan kondisi tersebut jelas bahwa acer menang soal jumlah laptop yang terjual ketimbang vaio dan tentunya keuntungan yang didapatpun semakin besar.

Leave a Reply